Home / Kriminal / Tersinggung, Anggota Geng Motor Todongkan Golok ke Leher Korban

Tersinggung, Anggota Geng Motor Todongkan Golok ke Leher Korban

MAJALENGKA, – SG, pemuda warga Sukahaji, Kabupaten Majalengka nyaris jadi korban tindak penganiayaan bahkan diancam dibunuh oleh anggota geng motor dengan menodongkan golok ke lehernya gara-gara meraungkan gas motornya saat berpapasan dengan tersangka pelaku di jalan Majalengka-Cirebon, Desa Simpeurem, Kecamatan Cigasong, Jumat dini hari (1/5/2020) lalu.

“Kejadian berawal saat korban berpapasan dengan pelaku berinisial RM (27). SG memainkan gas motornya dengan diraung-raungkan, namun tindakan korban ternyata tak diterima oleh RM yang diketahui merupakan anggota geng motor,” kata Kapolres Majalengka, AKBP. Bismo Teguh Prakoso didampingi Wakapolres Kompol Hidayatullah berikut Kasat Reskrim, AKP. M. Wafdan Muttaqin saat menggelar konferensi pers di Mapolres setempat, Jumat (8/5/2020).

Beruntung, SG berhasil menyelamatkan diri dari ancaman pelaku yang menodongkan sajam ke lehernya. Kasus ini kemudian dilaporkan kepada polisi karena SG merasa terancam oleh ancaman pelaku, ujar Kapolres.

RM akhirnya berurusan dengan Polisi dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, setelah diduga melakukan tindak pidana pengancaman dengan kekerasan dan membawa senjata tajam jenis golok tanpa izin.

Selain kasus pengancaman, Polres Majalengka juga mengamankan dua orang anggota geng motor pada Minggu dini hari, (3/5/2020).

Keduanya berinisial AG (18) dan LN (28), warga Cirebon yang diamankan karena membawa sajam jenis celurit dan samurai di Jalan Majalengka-Kadipaten tepatnya wilayah Kecamatan Panyingkiran, Kab. Majalengka.

“Ketiga pelaku terjerat UU darurat Sajam No.12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun,” tegas Kapolres Bismo. (hen)

About Sindangkasih News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Terciduk Lagi, Dulu Bobol Rental Playstation Sekarang “Nyikat” HP

MAJALENGKA, – Gelap mata, dengan alasan tuntutan ekonomi membuat seorang residivis kembali ...

%d blogger menyukai ini: