Home / Berita Terkini / Di Balik Viralnya Pemberitaan Kasus Tertembaknya Panji, Penasehat Hukum INA Sampaikan Klarifikasi

Di Balik Viralnya Pemberitaan Kasus Tertembaknya Panji, Penasehat Hukum INA Sampaikan Klarifikasi

MAJALENGKA, – Menurut penasehat hukum Irfan Nur Alam (INA), bahwa kliennya tidak terlibat utang piutang dengan Panji Pamungkasandi. Hal itu diungkapkan saat menggelar jumpa pers dengan puluhan wartawan dari berbagai media cetak, online dan televisi di salah satu rumah makan yang ada di jalan Gerakan Koperasi Majalengka, Rabu (13/11/2019).

Pers rilis tersebut digelar untuk mengklarifikasi dan meluruskan pemberitaan yang simpang siur dan viral di masyarakat sebagai wujud penanggungjawaban moral kliennya sebagai Pegawai Negeri Sipil (ASN) dan untuk keberimbangan informasi di masyarakat.

“Kejadian tersebut murni masalah hutang piutang atau janji imbal jasa perusahaan PT. Laskar Makmur Sadaya dengan saudara Panji Pamungkasandi, terkait proses pengurusan rekomendasi ijin Pertamina untuk pembuatan SPBU. Namun, hal itu pun sama sekali tidak ada kaitannya  hutang piutang dengan pribadi klien kami,” jelas H. Dadan Taufik, SH, didampingi 4 pengacara lainnya yaitu DR. Ristiawanto, SH.I, MH, Fadiason Lubis, SH, Tiarsono Lubis, SH, dan Ridwan Darmawan, SH.

Dadan pun mengatakan, masalah hutang piutang tersebut juga sedikitpun tidak ada kaitannya dengan kebijakan, perijinan maupun proyek di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka.

Hal itu diperkuat sesuai dengan perjanjian Nomor 01/SP/PEJ/l/2019 tentang pengurusan perizinan SPBU baru atas nama PT. Laskar Makmur Sadaya, Desa Palabuan, Kec. Sukahaji Kab. Majalengka yang Direkturnya adalah Danil Rezal Prilian bukan INA, dan ini pun hanya dipinjam perusahaannya oleh HW melalui AS, paparnya.

Rebut Senpi, Telapak Tangan Panji Tertembak

Apa yang terjadi pada hari Minggu malam, dini hari (10/11/2019), bukanlah kesengajaan. Namun murni insiden yang di luar dugaan INA, kata Dadan.

Menurut penuturan Dadan, insiden tersebut berawal dari Panji dan rombongannya dari Bandung ke rumah pribadi INA. “Maksud dan tujuan kedatangannnya Panji dan rombongannya itu tidak diketahui. Mengingat saat itu klien kami berada di Bandung sedang Iiburan, dan itu pun dirinya mengetahui setelah diberitahu melalui telepon oleh keponakan dan orang yang berada di rumah,” ujar Dadan.

Guna menghindari bentrok fisik di lokasi tersebut, INA menyarankan meminta agar massa yang dibawa Panji beralih ke tempat lain.

Kemudian Panji dan massanya bergeser ke ruko tempat lokasi Kantor PT. Laskar Makmur Sadaya yang bertempat di Cigasong, kata Dadan.

Terkait terjadinya peledakan senjata, karena saat INA setiba datang ke lokasi kantor PT Laskar Makmur Sadaya telah terjadi keributan, dan INA pun melakukan tembakan ke arah atas hal itu dilakukannya untuk melerai keributan yang lebih besar.

Namun saat melakukan tembakannya itu, bersamaan pula Panji merebut pistol yang dipegang INA, maka terjadilah aksi tarik menarik saling berebut yang berujung terjadinya ledakan peluru mengenai telapak tangan kiri Panji.

Status Senpi Milik INA

Terkait dengan kepemilikan senjata api (Senpi) INA yang sekarang menjadi pemberitaan, Dadan menjelaskan, bahwa Senpi dimaksud adalah legal dan memiliki ijin resmi yang dikeluarkan oleh Mabes Polri yang diperuntukkan kategori bela diri, bukan senjata yang dimiliki oleh Perbakin.

“Untuk memperoleh Senpi dimaksud ditempuh sesuai dengan prosedur yang benar. Mulai dari pendaftaran serta test sebagaimana ketentuan peraturan perundang undangan,” ungkapnya.

Melalui juru bicara penasehat hukumnya, INA meminta maaf kepada khalayak khususnya masyarakat Majalengka atas terjadinya kegaduhan di media dan jejaring sosial dua hari ini akibat pemberitaan yang begitu masif. (hen)

About Sindangkasih News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Awas, Pemadaman Listrik di Beberapa Daerah di Majalengka

MAJALENGKA, –Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Majalengka akan melakukan pemadaman listrik pada ...

%d blogger menyukai ini: