Home / Pojok Opini - Lensa Mata / Generasi Muda Mengisi dan Memaknai Kemerdekaan

Generasi Muda Mengisi dan Memaknai Kemerdekaan

Oleh Dani Fadhel (Pengamat Sosial)

SINDANGKASIH NEWS.COM
Hari kemerdekaan merupakan momen bersejarah dan momen terpenting bagi suatu bangsa dan negara, termasuk juga bagi Indonesia. Pasalnya, kemerdekaan Indonesia diperoleh melalui perjalanan panjang dan perjuangan yang keras dari para pahlawan dalam merebut kemerdekaan dari para penjajah.

Wajar saja jika seluruh masyarakat Indonesia tidak pernah lupa akan hari kemerdekaan bangsa Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus ini. Banyak cara yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia untuk memperingati hari kemerdekaan, mulai dari upacara pengibaran Bendera Merah Putih, peringatan Proklamasi, karnaval budaya, hingga perlombaan tradisional khas 17-an.

Namun perjuangan para pahlawan untuk merebut kemerdekaan seharusnya tidak hanya diperingati setahun sekali dengan perayaan-perayaan tertentu. Perjuangan tersebut harus dimaknai dan dilanjutkan oleh generasi muda dan sudah menjadi kewajiban kita sebagai generasi muda untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan yang sudah diraih dengan susah payah melalui perjuangan para pahlawan yang sudah mempertaruhkan jiwa dan raganya.

Lalu bagaimana cara generasi muda masa kini untuk mengisi kemerdekaan?

Mendukung Perkembangan Pembangunan

Banyak dari anak muda yang lebih merasa bangga saat menggunakan produk dari brand-brand ternama di dunia. Tanpa disadari, hal tersebut justru dapat mematikan pertumbuhan dari brand-brand lokal yang beberapa di antaranya juga memiliki kualitas produk yang tidak kalah dengan brand luar. Kini dan ke depan saatnya generasi penerus khususnya kaum milenial Majalengka harus bangga dan mengangkat berbagai macam kearifan lokal di berbagai bidang dan potensi yang ada bersinergis dengan visi untuk membangun negeri Sindangkasih ini.
Jika generasi muda Majalengka sudah merasa bangga terhadap potensi kearifan lokal dan menyosialisasikan ke luar daerah bahkan dunia, maka secara otomatis muncul sikap kepedulian rasa memiliki serta mendukung terhadap laju perkembangan sesuai semboyan Majalengka “Sindangkasih Sugih Mukti”.

Terlibat dalam Memajukan Sektor Pendidikan

Aset terbesar dari suatu negara bukanlah sumber daya alamnya, melainkan sumber daya manusia (SDM) dari negara tersebut. Oleh karena itu, untuk mendapatkan kemerdekaan yang sesungguhnya, diperlukan perbaikan kualitas sumber daya manusia, terutama dalam hal pendidikan. Maka dari itu, pembenahan fasilitas pendidikan harus menjadi prioritas utama yang harus dilakukan untuk perbaikan kualitas SDM. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka diperlukan kepedulian dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga generasi muda. Peran generasi muda ini bisa melalui organisasi atau sebagai fasilitator bergerak aktif secara non formal untuk berbagi edukasi kepada masyarakat.

Saling Menghormati dan Berbagi

Selain menjaga semangat historis perjuangan para pejuang terdahulu, menerapkan prinsip setara bersaudara dan saling berbagi satu sama lain juga merupakan salah satu bagian dari menyikapi caranya untuk mengisi kemerdekaan. Sikap saling menghormati memang sangat diperlukan oleh masyarakat untuk menjaga kelangsungan jiwa persatuan, sebab pada dasarnya kita hidup bersanding dan bersosialisasi dengan masyarakat berbagai latar belakang suku, ras dan agama yang berbeda-beda. Jika perbedaan tersebut tidak disikapi oleh rasa saling menghormati, maka tidak akan terjadi kemerdekaan yang sepenuhnya. Jika dikaitkan hal tersebut, dengan semangat persatuan, peduli dan berbagi dengan kerja bersama, maka akan mampu menghadapi tantangan masa depan.

Di era globalisasi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menghadirkan berbagai kemudahan dalam menjalani kehidupan ini, generasi muda dituntut untuk mampu ‘survive’, karena menghindar dari era global bukanlah langkah terbaik. Mampu berinovasi dan mengubah mindset sangatlah penting, sebab hal ini diperlukan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi persaingan yang semakin berat. Di sini, tuntutan life skill sangatlah menentukan dalam menerobos celah dan menangkap peluang dengan prestasi unggul dan berkarakter. ***

About Sindangkasih News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

5 Tips Cara Mendidik Anak Mengerjakan Shalat Lima Waktu

Salah satu cara dalam membentuk aqidah anak adalah dengan mengajar mereka melakukan ...

%d blogger menyukai ini: