Home / Berita Terkini / GP Ansor Majalengka Gelar Diklatsar Banser di MWC Ligung

GP Ansor Majalengka Gelar Diklatsar Banser di MWC Ligung

MAJALENGKA,- Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Satkorcab Banser Majalengka, Jawa Barat menggelar Diklatsar Banser.    

Diklatsar tersebut merupakan kegiatan angkatan ke-12 yang berlangsung di pondok pesantren Nailul Muna Desa Kedungsari Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka.

Dibuka secara resmi oleh Ketua PC GP Ansor Majalengka, Achmad Cece Aspiadi. Acara berlangsung  dari Jumat hingga Ahad, (26-27-28) itu berlangsung dengan sakral dan khidmat.

Dalam sambutannya Ketua PC GP Ansor Majalengka, Achmad Cece Aspiadi, S.Pd mengatakan. bahwa, generasi banser kali ini harus terus ditingkatkan, saat mereka jadi banser mereka akan faham arti kebangsaan, mencintai ulama dan cinta tanah air.

“Sebagai anak bangsa dan pewaris sejarah, semua harus paham dengan jati diri dan komitmen bangsa,” katanya.

Sementara Ketua PCNU Majalengka, KH.Dedi Mulyadi, MM memaparkan. Bahwa, Pendidikan dan Latihan Dasar Barisan Ansor Serbaguna (Diklatsar Banser) merupakan salah satu upaya menangkal radikalisme dan intoleransi. Mengingat andil yang sangat besar dari organisasi Nahdlatul Ulama terhadap NKRI sejak sebelum bangsa ini merdeka.

“Diklatsar ini akan dapat memperteguh Islam Ahlussunah wal Jamaah an-Nahdliyah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, apalagi mereka kader harapan di masa mendatang,” ujarnya.

Hal serupa dikatakan Ketua MWC NU Ligung, Maman Sulaeman, S.Sos. Ia berharap para peserta dapat menyerap materi yang akan diberikan selama tiga hari baik saat di dalam ruangan maupun olah fisik.

“Kita berharap usai Diklatsar Banser, mereka diharapkan menjadi kader berkualitas,” papar dia.

Ketua Satuan Koordinasi Cabang Banser Kabupaten Majalengka, Wahyudin menuturkan, Diklatsar kali ini  para peserta harus menjadi kader yang militan, dapat memperkokoh ketahanan NKRI dan menjungjung tinggi moralisme.

“Siapa saja yang ingin menjadi anggota Banser harus ikhlas, sehingga bisa memberikan pengabdian bagi agama, bangsa, dan negara,” ucapnya.

Panitia Penyelenggara Diklatsar Banser, Supriadi, S.Pd, mengatakan sebanyak 100 peserta mengikuti pelatihan tersebut.

Menurut dia sebanyak 41 peserta dinyatakan tidak lulus karena beberapa faktor, yakni ada yang tidak registrasi ulang atau tidak hadir, ada pula yang tidak menyelesaikan diklat karena tidak kuat secara fisik atau halangan lainnya.

Ia menuturkan awalnya ada 141 lebih pendaftar, kemudian dilakukan seleksi administrasi yang lolos hanya 100 peserta, kemudian saat pelaksanaan yang daftar ulang ada 117 peserta, namun yang lulus sampai pembaiatan 100 peserta.

Ia mengatakan kewenangan memberikan predikat lulus dan tidak lulus, pada tim Skolat Pelatih Diklatsar yang dibentuk oleh Satuan Koordinasi Cabang Banser Kabupaten Majalengka.

“Kami dari Panitia sifatnya hanya memfasilitasi, dan merekrut calon peserta, selebihnya itu wewenang pelatih, termasuk yang memutuskan peserta lulus dan tidaknya,” ugkapnya.

Selama Diklatsar  peserta diajarkan beberapa materi, antara lain ke-NU-an, ke-Ansoran, ke-Banseran, Bela Negara, PBB, pengaturan lalu lintas, militansi serta wawasan kebangsaan.(Fad).


About Sindangkasih News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

PAC Ansor Sindangwangi Gelar Konferancab, Hasilkan Ketua Terpilih Abdul Azis

MAJALENGKA,-Bertempat di Mushola As-Syafi’iyyah, Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan ...

%d blogger menyukai ini: