Home / Berita Umum / Harlah Lesbumi ke-59, Munculkan Konsep dan Strategi Kebudayaan

Harlah Lesbumi ke-59, Munculkan Konsep dan Strategi Kebudayaan

MAJALENGKA,- Lesbumi sebagai wadah yang bernaung di bawah organisasi Nahdlatul Ulama (NU), Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi), mempunyai concern mendasar terhadap seni dan budaya. Latar belakang berdirinya, tak lepas dari perkembangan kebudayaan di Indonesia, serta dinamika Islam di Nusantara.

Menurut Iwan Ridwan Sidiq selaku Ketua Lesbumi PCNU Majalengka mengatakan, hadirnya Lesbumi juga berperan dalam merumuskan strategi dan visi kebudayaan. Hal itu dilakukan supaya akar tradisi dan budaya, baik dalam tubuh NU sendiri maupun perannya dalam ikut membangun peradaban Nusantara semakin kuat.

“Tradisi intelektual khas pondok pesantren menjadi landasan kami, dengan menjunjung tinggi independensi, prinsip juang, keilmuan, keislaman, dan kebangsaan,” ungkap  Iwan Ridwan Sidik saat memberikan sambutan diacara Diklat dan Harlah Lesbumi ke-59 di Aula Al Hasani Kantor PCNU Majalengka, Minggu 04/04/2021).

Dalam kegiatan yang berlangsung pada tanggal 4 April 2021, dihadiri oleh seluruh pengurus Lesbumi dari tingkat Provinsi, Kota, PB Lesbum, dan Kabupaten. Selain itu, di acara yang bertajuk “Nyukcruk Galur Nu Kapungkur, Mapay Laratan Nu Baheula” terdapat berbagai rentetan agenda yang menyemarakkan kegiatan tersebut.

Sementara Ketua PCNU Majalengka KH.Dedi Mulyadi, S.Ag,. MM melalui Sekretaris PCNU Majalengka, Kang Mimif Miftah, Lc dalam sambutannya mengatakan. Lesbumi harus mampu diterjemahkan dalam ranah praksis dari gerakan Lesbumi NU di semua tingkatan, serta terkoneksi baik secara langsung maupun tidak langsung dengan seluruh kebijakan Nahdlatul Ulama menyangkut tema-tema seni dan kebudayaan.

Hal itu menjadi penting, agar nilai-nilai yang mendasari tradisi Nahdlatul Ulama, misalnya warisan sejarah dakwah Islam masa awal Nusantara tidak mengalami erosi dan pendangkalan di tengah situasi yang sangat kompleks dan asimetris. 

“Kita berharap pada Harlah Lesbumi ke-59, Lesbumi memunculkan konsep dan strategi kebudayaan. Hadirnya gagasan tersebut, diharapkan menjadi rujukan, baik latar pemikiran maupun sebagai pertimbangan sikap NU terkait adanya isu-isu kebudayaan,” katanya.

Sebelum materi dimulai peserta nampak asyik melihat penampilan musik sholawat dan lagu-lagu islami yang disuguhkan group Terbangan Lesbumi MWC NU Panyingkiran pimpinan ustad Subki, yang juga merupakan Ketua Lesbumi MWC NU Panyingkiran.

Acara nampak meriah Para peserta diklat seolah terhipnotis dengan penampilan Naam Band Arabian Gambus dari Lesbumi PBNU Jakarta yang dimotori Om Munir Debu.

Sementara itu Sekertaris Lesbumi PCNU Majalengka Dedi Heryadi mengungkapkan. Pihaknya sangat berterima kasih atas dukungan keluarga NU Majalengka dan semua elemen yang terlibat pada acara tersebut.

“Alhamdulillah peserta nampak antusias dan menikmati acara, terlebih nanti akan kita suguhkan beberapa pemateri yang profesional. Seperti pemateri dari PW Lesbumi Jabar, Kadis Parbud, dan pemateri lainnya, yang insya allah akan banyak menambah ilmu bagi para peserta,” ungkapnya.

Sebayak 75 peserta perwakilan dari MWC NU se-Majalengka akan dibekali para pemateri terutama terkait seni dan budaya. (fad)

About Sindangkasih News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

PAC Ansor Sindangwangi Gelar Konferancab, Hasilkan Ketua Terpilih Abdul Azis

MAJALENGKA,-Bertempat di Mushola As-Syafi’iyyah, Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan ...

%d blogger menyukai ini: