Home / Berita Umum / Jaga Persatuan, Jaga Rumah Kita Indonesia

Jaga Persatuan, Jaga Rumah Kita Indonesia

Oleh: Ade Sediana, Koordinator Departemen Media dan Jaringan LPBI NU Majalengka, Ketua Himmaka Cirebon 2016.

Indonesia adalah negara multikultural yang terdiri dari berbagai latar belakang suku bangsa, nilai budaya, ras dan agama. Negara yang bukan hanya kaya akan sumber daya alam semata, tetapi juga kaya akan keberagaman sumber daya manusia dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote, yang kemudian bersatu padu membangun rumah megah bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sejarah mencatat liku-liku perjuangan masyarakat Indonesia melawan belenggu penindasan para penjajah, tak terlepas dari semangat kebhinnekaan yang bergelora kala itu.

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi pedoman dalam hidup bermasyarakat telah berhasil merebut kemerdekaan bangsa yang kemudian hari ini kita tuai hasilnya.

Indonesia adalah rumah kita bersama, rumah yang berdiri di atas pondasi kokoh bernama pancasila, yang terdiri dari 17.504 pulau, 300 suku bangsa dan 700 bahasa daerah merupakan keindahan dan kekayaan yang harus kita jaga.

Jangan sampai rumah megah ini dirusak oleh orang-orang yang hanya mementingkan egonya, jangan sampai pondasi yang sudah leluhur kita tancapkan digerogoti oleh orang-orang yang merasa paling benar, justru kita sebagai penghuninya harus benar merasa agar terhindar dari perpecahan.

Akhir-akhir ini isu SARA cukup santer mewarnai kegaduhan di jagat media, baik yang menimpa kelompok minoritas maupun kelompok mayoritas, segala bentuk framing dinarasikan untuk membangun ragam persepsi dan aksi di kalangan masyarakat, hanya butuh waktu singkat media sosial pun ramai merespon narasi tersebut secara bebas sesuai selera pikiran. Kalau ini tidak ditangani dengan pikiran terbuka, resiko terburuknya kita akan terjebak pada narasi provokatif dan menyesatkan.

Kita amat merasakan dan cukup lelah melewati hari-hari di masa pandemi virus corona (Covid-19) ini, himbauan untuk mematuhi protokol kesehatan terus disosialisasikan setiap waktu di berbagai tempat, begitu mengerikan. Maka selain kita berusaha memutus rantai penularan virus ini, kita juga harus aktif memutus rantai narasi negatif yang mengakibatkan penyakit sosial, yaitu mudah terprovokasi dan sikap intoleran.

Mudah terprovokasi dan sikap intoleran adalah pandemi mengerikan dalam kehidupan sosial yang harus diberantas bersih, ini adalah tanggung jawab bersama dalam menjaga rumah besar kita Indonesia. Kita tidak ingin konflik sara di luar negeri seperti timur tengah terjadi di negeri ini, cukup jadi pembelajaran bahwa syarat persatuan bukan ditimbang dari persamaan-persamaan identitas, melainkan perbedaan yang bisa menerima satu sama lain.

Banyak hal yang bisa kita lakukan dalam menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia. Pertama, menanamkan Hubbul wathon minal iman (Cinta tanah air bagian dari iman) dalam diri, ungkapan syarat makna ini dicetus oleh ulama tanah air KH. Hasyim Asyari, bahwa siapa pun kita yang lahir dan tumbuh kembang di negeri ini selayaknya membela dan menghalau kelompok yang ingin memporakpondakan Indonesia. Kedua, menghormati perbedaan dengan selalu bersikap ramah dan menghilangkan egoisme masing-masing suku dan golongan, seperti adagium masyhur sayyidina Ali bin Abi Thalib bahwa Mereka yang bukan saudaramu dalam iman adalah saudara dalam kemanusiaan.

Ketiga, berkolaborasi dengan semua elemen masyarakat dalam mengkampanyekan hidup rukun dan gotong royong dalam kebaikan.

Ikhtiar ini merupakan jalan panjang yang tidak boleh berhenti di kita, tapi rantai yang harus terus menyambung kepada generasi yang akan datang.

Mari untuk tetap bersemangat menyerukan sikap saling menghargai dan menghormati dalam segala aspek kehidupan. Sikap tersebut adalah solusi konkrit mencegah terjadinya perpecahan dan konflik di Indonesia. Tabik. (***).

About Sindangkasih News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

PAC LPBI NU Rajagaluh Gelar Raker, Kukuhkan Fungsi Kerja, Bahas Ekonomi Kreatif

MAJALENGKA,- Pimpinan Anak Cabang (PAC) LPBI NU Kecamatan Rajagaluh, baru-baru ini melaksanakan ...

%d blogger menyukai ini: