Home / Berita Terkini / Juri Menilai, Kekompakan dan Cita Rasa Harus Ditingkatkan

Juri Menilai, Kekompakan dan Cita Rasa Harus Ditingkatkan

Para Juri Saat Akan Melaksanakan Penjurian

MAJALENGKA, – Dalam menyambut Bulan Maulid Nabi Muhammad SAW, keluarga besar Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) jami Al-Barkah Desa Cikeusik Kecamatan Sukahaji adakan berbagai kegiatan.

Lomba nasi tumpeung salah satu kegiatan yang cukup mencuri perhatian banyak orang. Selain variasi dalam pembuatan tempat nasi, berbagai variasi bentuk hidangan pun dapat diacungi jempol.
Kegiatan dilakuka di halaman masjid, Minggu (17/11/19).

Adapun dewan juri yang didatangkan merupakan dewan juri berpengalaman, mereka berasal dari desa tetangga, hal itu bertujuan agar menetlarisir dari kecemburuan para peserta lomba.

Dalam kegiatan itu dikatakan Nuning, juri kreativitas yang berasal dari Desa Palabuan. Menurut dia, perlombaan tumpeung sangat menginsfirasi dan dinilai bagus dengan kekompakan para peserta dalam menyuguhkan kreasinya.

Masih menurut Nuning, kegiatan tersebut agar bisa lebih baik dan dapat dijadikan contoh oleh desa yang lainnya.
“Kita menyaksikan bersama hasil yang mereka dapat sungguh luar biasa dan hal ini teramat sangat menarik perhatian bagi kami para juri,” katanya.

Seluruh Peserta Lomba Diwajibkan Arak-arakan Mengelilingi Desa. 

Hal serupa dipaparkan Hj.Euis, juri bagian penampilan berasal dari Desa Tanjungsari. Menurutnya, nasi tumpeung merupakan salah satu ciri khas di beberapa daerah termasuk daerah Sunda. Dilombakannya tumpeung agar menjadi contoh Desa-desa yang lain, hal ini agar diturunkan dan lebih dikembangkan oleh para generasi mendatang terutama para remaja masa kini.

“Sungguh ini sangat baik sekali, tentunya kita apresiasi pada panitia yang telah mengadakan acara ini,  dan hal ini agar terus dikembangkan bahkan diwariskan pada generasi muda,” paparnya.

Ditambahkan Nyidar,  juri bagian cita rasa yang berasal dari Desa Cikeusik sendiri. Menurut Nyidar, agar kegiatan itu dapat lebih ditingkatkan bukan saja diadakan di tingkat Desa akan tetapi lebih merambah ke tingkat Kecamatan, ke tingkat Kabupaten, dan seterusnya.

“Kegiatan ini harus dipertahankan, nasi tumpeung merupakan peninggalan budaya, warisan nenek moyang kita. Semoga warisan ini lebih dikenali dunia dan mereka ikut melestarikannya,” ucap Nyidar.

Sementara ke dua juri lainnya, Maman bagian juri kekompakan dan Nadiani juri kerapihan, sependapat dan mengiyakan pemaparan tadi.(dan).

 

About Sindangkasih News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

 APBD Majalengka di Tahun 2020 Naik Hingga Rp 3,6 Triliun

Ketua DPRD Majalengka, Drs. H. Edy Anas Djunaedi, MM saat tanda tangani ...

%d blogger menyukai ini: