Home / Ekonomi / Kredit “Mesra”, Pinjaman UKM Melalui Masjid

Kredit “Mesra”, Pinjaman UKM Melalui Masjid

MAJALENGKA, – Pemerintah Kabupaten Majalengka bekerja sama dengan Bank Jabar Banten (BJB) tengah menyosialisasikan program Masyarakat Ekonomi Sejahtera (Mesra) dikhususkan untuk skala ekonomi mikro yang dikelola melalui masjid. Hal ini bentuk upaya untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rentenir atau lembaga keuangan yg tidak formil.

Sebagaimana yang diutarakan Bupati Kab. Majalengka, Karna Sobahi, inovasi ini merupakan sebuah pola dan strategi dalam memberdayakan ummat berbasis aktivitas keagamaan yang bermuara melalui lembaga keagamaan masjid, mushola dan majelis taklim.

“Di samping masyarakat berkumpul di sana mendapatkan bimbingan, pengajian tetapi juga dari sudut ekonomi dimasukan ide ini (kredit Mesra-red) sehingga diharapkan para jemaah mempunyai amal ikhtiar atau usaha dalam skala kecil dengan modal berkisar Rp.500.000 hingga Rp.5.000.000,” tuturnya, Selasa (12/3/2019).

Dijelaskannya, Kredit Mesra ini merupakan pinjaman yang diberikan secara khusus untuk masyarakat ekonomi mikro dengan pengertian bagi masyarakat berkeinginan mengajukan kredit skala ekonomi mikro yang awalnya harus datang ke bank, namun saat ini cukup datang ke masjid.

Dikatakan bupati, kapasitas pengurus rumah ibadah atau DKM mempunyai peran dalam memberikan rekomendasi kepada masyarakat yang mengajukan pinjaman, dalam hal ini dipastikan DKM lebih mengenal jemaahnya. Harapan lainnnya pun dengan berjalannya program ini bisa lebih memakmurkan masjid.

Menurut keterangan Divisi UKM BJB, Denni Mulyadi, sebagaimana misi Kredit Mesra untuk mensejahtarakan rumah ibadah dan para jemaahnya, maka dari sisi jasa ditiadakan. “Biasanya kan kalau pinjaman ada jasa bunga. Nah di program ini hanya sebatas administrasi saja. Ini pun di admistrasi kembali ke jemaah karena untuk mendapatkan kredit terlebih dulu diadakan pelatihan bagi calon pemohon sebagai proses seleksi setelah sebelumnya sudah mengantongi rekomendasi dari DKM,” ungkapnya.

Setelah itu, para pemohon kredit yang mendapat rekomendasi dari DKM akan dikumpulkan kemudian diberikan pembekalan managemen hingga penjaringan seleksi kelayakan mendapat kredit. Selanjutnya setelah mendapat kredit, nasabah akan terus diberikan pelatihan dan pembinaan seminggu sekali yang dilakukan di masjid atau di rumah tiap-tiap kelompok jemaah.

“Ini bertujuan agar lebih meningkatkan lagi intensitas kesejahteraan masjid sekaligus menjadikan momen ruang bagi masyarakat saling bertukar fikiran maupun mempererat tali silahturahmi,” pungkasnya. (hen)

About Sindangkasih News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pemkab Majalengka Jamin, Pemberdayaan Petani dan Ketahanan Pangan Stabil

MAJALENGKA, – Pemerintah Desa Mandapa Kecamatan Dawuan, baru melaksanakan Panen Raya bersama ...

%d blogger menyukai ini: