Home / Berita Terkini / LFNU Gelar Diklat, Ini Kata Ketua PC LFNU Majalengka

LFNU Gelar Diklat, Ini Kata Ketua PC LFNU Majalengka

MAJALENGKA,- Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) adalah organ departementasi Nahdlatul Ulama yang berfungsi sebagai pelaksana kebijakan–kebijakan Nahdlatul Ulama dalam ranah falakiyah, yaitu ilmu astronomi yang ditujukan bagi pelaksanaan aspek–aspek ibadah umat Islam. Hal itu disampaikan Ketua PC LFNU Majalengka, Rizalludin, S.H.I., MH, saat menggelar Diklat Falakiyah di Aula Al Hasani PCNU Majalengka, Sabtu, (27/03/2021).

Masih kata Rizal, sapaan akrabnya, LFNU merupakan lembaga yang memiliki tugas dan program untuk mengembangkan Ilmu Falak secara teoritis maupun praktis seperti masalah Ru’yat dan Hisab dan kebutuhan pembentukan kader NU yang mahir dalam bidang Ilmu Falak.

Ilmu falak merupakan ilmu yang langka dan hampir punah, dalam upaya melestarikannya, kami selaku Pengurus Cabang Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (PC LFNU) Majalengka mengadakan Pelatihan Ilmu Falak secara gratis. Diharapkan para peminat banyak yang ingin mendalami. Tambah Rizal.

Terkait Ru’yat dan Hisab

Menurut Rizal, Ru’yat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang pertama kali tampak setelah terjadinya ijtimak. Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang, atau dengan alat bantu optik seperti teleskop.

Dewasa ini rukyat juga dilakukan dengan menggunakan peralatan canggih seperti teleskop yang dilengkapi CCD Imaging. namun tentunya perlu dilihat lagi bagaimana penerapan kedua ilmu tersebut.

Adapun Hisab secara harfiah adalah perhitungan. Dalam dunia Islam istilah hisab sering digunakan dalam ilmu falak (astronomi) untuk memperkirakan posisi Matahari dan bulan terhadap bumi. Posisi Matahari menjadi penting karena menjadi patokan umat Islam dalam menentukan masuknya waktu salat. Sementara posisi bulan diperkirakan untuk mengetahui terjadinya hilal sebagai penanda masuknya periode bulan baru dalam kalender Hijriyah.

Karena ibadah-ibadah dalam Islam terkait langsung dengan posisi benda-benda langit (khususnya Matahari dan bulan) maka sejak awal peradaban Islam menaruh perhatian besar terhadap astronomi. Astronom muslim ternama yang telah mengembangkan metode hisab modern adalah Al Biruni (973-1048 M), Ibnu Tariq, Al Khawarizmi, Al Batani, dan Habash.

Sejauh ini, metode hisab telah menggunakan komputer dengan tingkat presisi dan akurasi yang tinggi. Berbagai perangkat lunak (software) yang praktis juga telah ada. Hisab seringkali digunakan sebelum rukyat dilakukan. Salah satu hasil hisab adalah penentuan kapan ijtimak terjadi, yaitu saat Matahari, bulan, dan bumi berada dalam posisi sebidang atau disebut pula konjungsi geosentris. Jelas Rizal. (fad).

About Sindangkasih News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Jelang Pilkades Serentak, Laskar Gelar Istighosah

MAJALENGKA, – Relawan Lingkar Setia Karna (Laskar) kembali mengadakan kegiatan silaturahmi dan ...

%d blogger menyukai ini: