Home / Berita Terkini / Olahan “Butiran Hitam” Khas Urang Majalengka

Olahan “Butiran Hitam” Khas Urang Majalengka

ampas (3)ampas (4)ampase.2jpg ampase1

MAJALENGKA (SKN), Ampas kecap merupakan limbah dari agro industri kecap yang berbahan dasar kedelai. Biji kedelai merupakan bahan makanan yang mempuyai kadar protein yang cukup tinggi, yaitu sekitar 35 %, yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan kecap secara fermentasi , protein yang terdapat dalam kecap hanya sekitar 7 %, sedangkan sisanya ikut terbuang dalam ampas kecap. Setelah proses fermentasi, 65% protein masih tertinggal pada ampas kecap.

Protein yang tertinggal pada ampas kecap kebanyakan berasal dari protein biji kedelai. Jadi dalam ampas kecap, protein yang dikandung masih cukup banyak , sedangkan ampas kecap tersebut oleh pengusaha – pengusaha pabrik kecap dibuang begitu saja.

Adalah Muhammad Sam (41), ia merupakan sosok pengrajin ampas kecap, dirinya mengaku dalam memulai karier membangun usahanya tersebut tidaklah mudah, kendala yang dialaminya dahulu adalah ketika adanya kelangkaan bahan baku, hingga pemasaran yang terkadang tidak sesuai target.

Hal inilah yang membuat dirinya terus menerus untuk bergerak dalam mencari solusi terbaiknya sebagai jurus jitu dalam menghalau kendala, maka menurutnya perlu sebuah kesabaran lebih serta keuletan dalam menangangi makanan khas dari Majalengka ini yang langka ini.

“Dalam mengelola usaha yang saya tangani ini perlu kesabaran serta keuletan, agar setiap apa yang saya kerjakan dengan serius, bisa mencapai hasil yang maksimal” kata Sam.

Pabrik olahan ampas kecap yang beralamat di Desa Girmimukti Kecamatan Kasokandel Kabupaten Majalengka ini, memasarkan produknya mulai dari dalam kabupaten Majalengka sendiri hingga keluar wilayah kabupaten diantaranya, Kuningan Cirebon hingga Bandung. Dan kini pabrik penghasil ampas kecap ini beromzet mencapai 4 kuintal perhari, dengan harga jual perkilonya Rp. 4.000.

Sam berharap untuk kedepannya usaha yang dirintisnya ini akan dapat memberikan lapangan kerja bagi masyarakat sekitarnya, dan bisa menunjukan eksistensi serta mengenalkan lebih luas adanya makanan khas “urang Majalengka” (rch)

About Sindangkasih News

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Semangat Membangun Tak Kenal “Tanggal Merah”

MAJALENGKA, – Sudah menjadi kelaziman di ajang giat TMMD para prajurit tidak ...

%d blogger menyukai ini: