Home / Fokus Majalengka / Pandemi Corona, Majalengka Tetapkan Masa Darurat Dua Pekan

Pandemi Corona, Majalengka Tetapkan Masa Darurat Dua Pekan

MAJALENGKA, – Menyikapi merebaknya wabah virus Corona di berbagai tanah air, Majalengka kini menetapkan masa darurat selama dua pekan dimulai dari tanggal 15-28 Maret 2020.

Kebijakan tersebut diterapkan Pemerintah Kabupaten Majalengka sebagai langkah dalam mengantisipasi mewabahnya virus Corona.

“Kita akan memantau setiap perkumpulan atau aktivitas yang melibatkan banyak orang, seperti misalnya kegiatan Isro-Mi’raj di setiap masjid, rencana pertandingan liga sepak bola di Majalengka, car free day dan kegiatan lainnya. Untuk sementara semuanya ini akan dihentikan sampai situasi dan kondisi kembali normal,” ungkap Bupati Kab. Majalengka, DR. H. Karna Sobahi, M.M.Pd saat konferensi pers seusai menggelar rapat terbatas bersama Wabub, Seksa dan para kepala OPD, Minggu sore (15/3/2020).

Terkait pelaksanaan kegiatan sekolah, bupati mengatakan,Dinas Pendidikan akan menerapkan pola belajar di rumah bagi seluruh pelajar di Majalengka.

Mengenai teknis dan juknisnya, saat ini Dinas Pendidikan tengah mengkajinya dan segera menerapkanya di masing-masing sekolah.

“Jadi, ini sekolah bukan diliburkan tapi kegiatan aktivitas belajar dilakukan di rumah, sebab kalau libur itu tidak belajar sama sekali,” tuturnya.

Bupati juga akan segera mengeluarkan regulasi berupa surat edaran (SE) terkait Covid 19 ini yang akan langsung diberikan ke pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga ke tingkat RT dan RW. Termasuk bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), agar ikut serta menyosialisasikannya.

“Setiap hari Jum’at kita akan gandeng MUI dan kita akan memantau setiap jamaah dan rencananya mereka akan diberikan masker. Apalagi stok masker kita masih ada 150 ribu,” ujarnya.

Kemudian, lanjut bupati, mengenai kegiatan kerumunan di pasar menurutnya tidak bisa dihentikan secara total, mengingat ini berkaitan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat. Untuk itu Dinas Perdagangan diminta agar memantau pergerakan harga, agar tidak ada gejolak atau hal yang tidak harapkan.

“Kita maksimalkan program Puskesmas Nganjang ka Imah untuk mendeteksi dan melihat secara langsung kondisi warganya. Mudah-mudahan di Majalengka tidak ada yang terjangkit ya,” harap Bupati Karna Sobahi.

Kalau pun misal ada, pihaknya sudah antisipasi dengan menyediakan ruangan isolasi baik untuk pasien maupun perawatnya. Karena penangan pasien corona berbeda dengan penyakit lainnya.

Terkait pananganan warga asing yang ada di Majalengka, berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja dan KUKM ada sekitar 178 orang asing yang berasal dari Jerman, Korea Selatan, Amerika, China.

Dari total itu, ternyata mayoritas warga asing itu warga Cina sebanyak 108 orang.”Saya sudah instruksikan agar mereka terus diawasi dan tidak diperbolehkan pulang pergi ke kampung halamannya.Termasuk mereka harus melakukan pemeriksaan secara intensif,” Karna Sobahi.

Bupati meminta kepada masyarakat Majalengka agar tetap tenang dalam menghadapi permasalahan virus corona.

“Mari kita biasakan hidup sehat dengan menjaga lingkungan di sekitar kita serta kalau terindikasi ada gejala bisa mengubungi call center di 112  atau segera bawa ke Puskesmas terdekat,” tandasnya. (hen)

About Sindangkasih News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kejari Majalengka Mengelar Sidang Menggunakan Sarana Vicon

MAJALENGKA, – Pandemi Covid 19 berdampak pada segala macam aktivitas masyarakat umum, ...

%d blogger menyukai ini: