Home / Berita Umum / PCNU Majalengka: RUU HIP Merusak Tatanan Berbangsa dan Bernegara

PCNU Majalengka: RUU HIP Merusak Tatanan Berbangsa dan Bernegara

MAJALENGKA, – Indonesia saat ini dihebohkan dengan reaksi publik atas Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang disetujui Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) sebagai usul inisiatif di tengah pandemi Corona.

Di beberapa daerah hampir di semua wilayah, elemen masyarakat menolak kehadiran RUU tersebut. Pengumuman pemerintah yang menunda pembahasan pun tidak meredakan gelombang penolakan itu.

Perwakilan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Majalengka saat menghadiri rapat tertutup di Kantor DPRD menolak dan mengusulkan agar RUU HIP itu segera dicabut dikubur dalam-dalam dan jangan dibicarakan lagi.

“Munculnya RUU HIP merupakan tindakan bodoh yang justru akan merusak tatanan berbangsa dan bernegara. Pemikiran kalangan tertentu yang menginginkan RUU HIP disahkan hanya akan membawa dampak kehancuran negara,” seru Sekretaris PCNU Majalengka, Mimif Miftah.

Mimif pun mengutarakan, bahwa para Nahdiyin mengutuk keras pada siapa pun yang mempunyai pola pikir melencengkan Pancasila. “Kita harus bangga pada para pejuang dan para pemikir terdahulu yang dengan susah payah memerdekakan negara ini, hingga andil menyusun Pancasila dan merumuskan UUD 1945,” ungkap Mimif

Paparan serupa dilontarkan Ketua LPBI NU Kabupaten Majalengka, Dani Azis Surdiana. “Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara sekaligus sebagai sumber dari segala sumber hukum, dan sudah diterima sebagai sesuatu yang bersifat final. Penerimaannya pun sudah kuat dan mengakar tidak diperlukan penguatan apa pun,” tegas Dani.

Menurutnya, perumusan HIP dalam sebuah undang undang bukan hanya tidak diperlukan, tetapi dinilai akan mendegradasikan makna dan kedudukan Pancasila.

“Pancasila adalah pondasi bangunan ke-Indonesiaan yang nilai-nilainya sudah berakar kuat dalam sanubari rakyat. Karena itu, yang diperlukan bukan menghadirkan rangka-rangka yang menguatkan pondasi, melainkan menampilkan ornamen perbuatan yang membuat bangunan tampak hidup dalam berbagai sudut dan dimensinya,” jelasnya.

Keluarga besar PCNU Majalengka berharap RUU HIP yang sekarang jadi polemik agar dibatalkan dan jangan dibicarakan lagi. Karena Pancasila sebagai dasar negara, dasar filosofi negara dan cita hukum negara merupakan suatu haluan dalam mewujudkan tujuan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, dan berdaulat dalam tata masyarakat yang adil dan makmur.

Dalam rapat tersebut, PCNU Majalengka menyerahkan surat pusaka pada Ketua DPRD Majalengka, H. Edy Anas Djubaedi yang diberikan oleh Sekjen PCNU Majalengka, Mimif Miftah. (hen)

About Sindangkasih News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Warga Cijati Laporkan Akun Medsos ke Polisi

MAJALENGKA, – Warga Kelurahan Cijati, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka bereaksi atas postingan ...

%d blogger menyukai ini: