Home / Berita Terkini / Siswa PJJ SMK Pariwisata PGRI Majalengka Tak Dipungut Biaya

Siswa PJJ SMK Pariwisata PGRI Majalengka Tak Dipungut Biaya

MAJALENGKA, – SMK Pariwisata PGRI Majalengka bekali siswa non reguler atau siswa yang mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ ).  Pendidikan jarak jauh memberikan pelayanan berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

Program tersebut bertujuan untuk membantu anak-anak yang putus sekolah, agar mereka tetap bisa melanjutkan sekolah hingga dapat meraih cita-citanya dan menjadi SDM yang kompeten dibidang pariwisata. Selain itu, program PJJ bertujuan meningkatkan perluasan dan pemerataan akses pendidikan, serta meningkatkan mutu, relevansi pendidikan, mempunyai karakteristik terbuka, belajar mandiri, belajar tuntas, menggunakan TIK pendidikan, dan atau menggunakan teknologi pendidikan lainnya.

Hal tersebut dipaparkan Kepala Sekolah SMK Pariwisata PGRI Majalengka, Dedi Rohendi melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas/Hubin, Retno Wulandari saat ditemui di ruang kerjanya. Rabu, (14/8/2019).

Masih papar Retno, sebanyak 12 siswa perhotelan telah melaksanakan praktik Housekeeping dan Front Office di sekolah induk, dibantu oleh siswa reguler kelas XI dengan sistem tutor sebaya. Hal itu juga guna mengasah kemampuan siswa reguler. Pembelajaran PJJ dilaksanakan satu minggu sekali, siswa PJJ terdiri dari siswa putus sekolah yang ingin melanjutkan tetapi tidak mampu dan tidak memiliki biaya.

“Program PJJ ini, murni tidak dipungut biaya apapun, ijazah yang  didapat adalah ijazah SMK pariwisata asli, bukan ijazah paket C karena program PJJ dilakukan selama 3 tahun seperti siswa reguler yang lainnya,” papar Retno.

Lanjut Retno, saat ini siswa yang mengikuti PJJ kurang lebih sekitar 100 siswa. Awalnya sistem pembelajaran dilakukan melalui internet menggunakan hp android semua materi di upload di internet agar bisa diakses. Interaksi dilaksanakan melalui berbagai media pembelajaran (cetak, audio, video, computer, multimedia, dan berbasis web). Hal itu guna  memfasilitasi interaksi pembelajaran antar siswa dan tutor.

“Selain itu kita sebulan sekali tatap muka dengan para siswa. Kita berharap peserta didik mampu memotivasi, mandiri dan aktif mengakses bantuan belajar yang tersedia itu,” tambah Retno.

Kegiatan PJJ dirasakan positif oleh Dede Putri, salah satu siswa yang mengikuti PJJ. Menurut Dede, dengan metode PJJ yang digelar di SMK Pariwisata sangat membantu dirinya.

“Pembelajaran seperti ini sangat membantu saya, terlebih dalam biaya karena kita tidak dipungut biaya sepeser pun,” kata Dede sembari sumringah.

Hal senada diungkapkan Melawati, dengan pembelajaran yang hanya satu bulan sekali itu, dan bisa bebas mengambil hari Sabtu atau hari Minggu. Ia merasa tidak terganggu dengan pekerjaannya saat ini.

“Iya kami sangat puas belajar di sini dan ijazah yang kami dapat pun bukan ijazah paket melainkan ijazah resmi SMK Parwis,” jelas Mela dibenarkan temannya.

Terbuka, adalah PJJ di SMK Pariwisata PGRI Majalengka dapat diikuti oleh siapa saja sesuai dengan jenis, jenjang, dan minat bidang yang ingin dipelajari, serta melalui metode pembelajaran yang cocok untuk dirinya dengan batas maksimal usia 21 tahun. (dan).

About Sindangkasih News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kades Karyamukti, Bunyamin Khan Seru Masyarakatnya Bersihkan Sampah

M.Bunyamin Khan Kepala Desa Karyamukti Kecamatan Panyingkiran Saat Membersihkan Sampah Bersama Warganya.  ...

%d blogger menyukai ini: