Home / Berita Terkini / Tim Satuan Reskrim Polres Majalengka Ungkap Pelaku Penjual Kucing Hutan dan Alap Alap

Tim Satuan Reskrim Polres Majalengka Ungkap Pelaku Penjual Kucing Hutan dan Alap Alap

MAJALENGKA, – Tim Satuan Reskrim Polres Majalengka menangkap 2  peaku sindikat jual beli satwa yang dilindungi. Satwa jenis kucing hutan dan alap-alap oleh para pelaku dijual belikan melalui akun media sosial Facebook.

Pengungkapan kasus tersebut Sat Reskrim Polres Majalengka Bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Cirebon.

Menurut Kapolres Majalengka AKBP Dr. Bismo Teguh Prakoso, SH., S. IK., MH, pihaknya berhasil mengamankan dua satwa dilindungi, satu Jenis Kucing Hutan (Prionailurus bengalensis) atau biasa disebut Meong Congkok dan satu Jenis Alap-alap Jambul (Accipiter Trivirgatus).

Dikatakan Bismo dalam jumpa Pers, di Mapolres Majalengka, Selasa (25/2/2020).

Dari keterangan para pelaku, keduanya mengaku sengaja mencari dan menangkap satwa dilindungi kemudian dipelihara lalu diperjual belikan melalui akun media sosial Facebook.

Dua sindikat ini dibekuk Tim Sat Reskrim Polres Majalengka dengan tempat dan waktu berbeda, AS (43) penjual Kucing Hutan berhasil dibekuk pada hari Jumat, 21 Februari 2020 saat di tempat kediamannya Kecamatan Panyingkiran.

Sedangkan AS (28) penjual Alap-alap Jambul ditangkap hari Senin 24 Februari 2020 saat COD di depan bekas Pabrik Gula Kadipaten.

” Berkat kerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) CirebonSaat ini kita berhasil menangkap kedua pelaku berikut barang buktinya, ” ungkap Bismo

Masih papar Bismo, pihaknya menemukan adanya tindak pidana menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan meniagakan satwa dilindungi dalam keadaan hidup.

Bismo yang didampingi  Kasat Reskrim AKP Wafdan Muttaqim, menerangkan dengan adanya kejadian tersebut dirinya sangat menyangkan karena hal sangat merugikan negara. Atas kejadian tersebut negara dirugikan adanya perjual-belian satwa yang dilindungi.

Akibat perbuatannha kedua tersangka dijerat Pasal 21 ayat 2 Huruf (a) jo Pasal 40 ayat 2 Undang-undang RI No. 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam hayati dan ekosistem serta tersangka diancam 5 Tahun Penjara,” papar Bismo. (hen)

About Sindangkasih News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Tolak RUU HIP, LSM GMBI Majalengka akan Geruduk DPRD

LSM GMBI Majalengka (foto ilustrasi: istimewa) MAJALENGKA, – Dewan Pimpinan Distrik Lembaga ...

%d blogger menyukai ini: